12 November 2019
Inkonsistensi Kemenangan Antara Chelsea Dengan Manchester United!

Inkonsistensi Kemenangan Antara Chelsea Dengan Manchester United!

Manchester United dn Chelsea merupakan dua tim kuat di antara The Big Six yang masih belum mampu menang setelah empat pekan Premier League 2019/20 berlangsung. Keduanya berada dalam kondisi serupa yang cenderung sama.

MU dan Chelsea sama-sama baru meraup 5 poin dari 4 pertandingan. MU ada di peringkat ke-8, Chelsea ada di peringkat ke-11. Mereka sendiri hanya terpaut selisih gol yang memisahkan kedua tim ini dengan catatan 1 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 1 kali kalah adalah catatan yang buruk bagi the big six.

Melihat posisi kepelatihan, Frank Lampard menjalani musim pertamanya sebagai bos Chelsea. Ole Gunnar Solskjaer pun menjalani musim penuh pertamanya – meski sudah menjabat sejak Desember 2018 lalu menggantikan The Special One Jose Mourinho.

Sangat Tidak Stabil

Pengamat Sepakbola Inggris Daily Telegraph, Matt Law membahas kondisi The Blues. Ia sendiri tahu ada banyak masalah yang harus diselesaikan Chelsea. Saat ini, memprediksi hasil pertandingan Chelsea masih sangat sulit karena inkonsistensi tersebut.

“Saat ini, Anda tidak tahu apa yang akan Anda dapatkan dari mereka. Anda melihat satu pertandingan dan mereka bisa dikalahkan siapa pun, lalu pada momen tertentu mereka menghajar tim lain,” ujar Law.

“Butuh banyak kesabaran di Stamford Bridge. Mereka akan tampil inkonsisten dan mereka akan menang lalu kalah sepanjang musim.” tegasnya

“Mereka akan menjalani periode sulit usai jeda internasional; melawan Wolves, Valencia, lalu Liverpool,” pungkasnya.

Dibandingkan Setan Merah

Demikian hal serupa juga terjadi pada Solskjaer di Setan Merah. Permainan Setan Merah masih belum konsisten. Usai mengalahkan Chelsea 4-0 di laga pertama, MU semakin bermain buruk.

“Satu-satunya perbedaan antara Chelsea dengan Manchester United adalah Lampard tidak bisa membeli pemain. Anda harus memberi dia waktu sebab dia tidak bisa mendatangkan pemain baru ke dalam skuad,” ujar Law.

“Solskjaer, mereka sudah memecahkan rekor dunia untuk mendatangkan bek, mereka menghabiskan banyak uang dan karena itu dia harus mendapatkan hasil positif.” Tambahnya.

“Anda tidak bisa menoleransi Solskjaer oleh karena jumlah uang yang sudah mereka habiskan,” tegasnya sebagai penutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *